Laman

Minggu, 29 Januari 2012

Sheila : Luka Hati Seorang Gadis Kecil



Seorang gadis berumur 6 tahun menculik seorang bocah berumur 3 tahun. Kemudian bocah 3 tahun tersebut diikat di pohon lalu dibakar, berita itulah yg terpampang di dalam sebuah artikel Koran. Torey Hayden adalah seorang guru yg mengajar kelas khusus yang berisi anak2 berkebutuhan khusus di sebuah sebuah ruangan kecil di salah satu sekolah. Torey tidak pernah membayangkan gadis kecil dalam artikel di Koran yg tidak sengaja ia baca itu akan membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Sheila, nama gadis itu, akan masuk sementara ke dalam kelas Torey, sampai tersedia tempat di unit anak2 di rumah sakit mental negara, tempat itulah nantinya yg akan dihuni oleh Sheila. Sementara itu, Sheila akan ditempatkan ke dalam kelas Torey. Awalnya Torey menolak, dia merasa tak sanggup karena jumlah anak yg dia rasa sudah cukup banyak di kelasnya. Torey berhasil diyakinkan kalau itu hanya sementara. Di hari pertama kedatangannya, Sheila sudah membuat ulah. Dia hanya seorang gadis kecil pembuat onar di mata orang2. Namun seiring berjalannya waktu, Torey mampu menyentuh hati gadis kecil itu sedikit demi sedikit, hingga akhirnya Torey menjadi orang kepercayaan Sheila. Torey menemukan keistimewaan di diri Sheila, dia menemukan fakta kalau Sheila adalah seorang gadis yang luar biasa cerdas. Torey sangat mengasihi Sheila, dan dia memutuskan untuk menggagalkan rencana penempatan Sheila di rumah sakit mental negara.


Buku ini merupakan buku non-fiksi karya Torey Hayden yang mengisahkan pengalaman luar biasa dengan salah satu muridnya, Sheila. Secara keseluruhan buku ini sangat bagus dan benar2 menyentuh.

Sedikit bernostalgia, pertama kali liat buku ini gw tertarik untuk baca sinopsisnya. Setelah baca sinopsisnya, gw semakin tertarik buat baca bukunya. Yg sangat membuat gw tertarik adalah bagaimana mungkin ada anak kecil yg membakar bocah 3 thn,  dan semua itu merupakan kisah nyata.

Waktu gw lg liat2, ada satu buku yg udah gak ada sampul plastiknya. Insting buat baca gratisan lalu muncul, hehehe. Percaya atau enggak gw baca setengah dari isi buku tersebut di toko buku sambil berdiri. Jalan ceritanya benar2 sangat memikat. Sampe akhirnya, gw mutusin buat ngebujuk bokap buat beliin buku itu, maklum lah waktu itu gw masih kecil, mana cukup duit jajan buat beli buku kayak gitu, dan gw bener2 gak menyesal udah beli buku itu.  Entah udah berapa kali buku itu gw baca. Bahkan pas pertama kali baca, ada di salah satu bab yg membuat gw berkaca-kaca.

Waktu dulu gw beli, covernya masih kayak gini. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini